Tips Memilih Bahan Bakar yang Sesuai Jenis Kendaraan

Tips Memilih Bahan Bakar yang Sesuai Jenis Kendaraan

Tips Memilih Bahan Bakar yang Sesuai Jenis Kendaraan

Di SPBU, Anda bisa temukan beragam jenis bahan bakar seperti Pertamax, Pertalite, Premium, dan  solar. Perbedaan tersebut bukan sekadar nama, lho. Sebab, masing-masing jenis bahan bakar tersebut sebenarnya ditujukan untuk jenis kendaraan yang berbeda-beda.

Hal ini juga berarti bahwa makin mahal bahan bakar, bukan berarti makin bagus juga kualitasnya dan bisa memberi jaminan mesin yang lebih awet.

Sebab, kalau jenis kendaraan Anda memang bukan “jodohnya”, bahan bakar yang digunakan bisa jadi malah menyebabkan kerusakan pada kendaraan.

Salah satu risiko utama dari penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan jenis kendaraan Anda adalah mesin yang jadi lebih panas, sehingga piston bisa mengalami kerusakan atau bahkan berlubang.

Hal ini bisa dilihat dari adanya efek knocking atau suara aneh pada mesin kendaraan. Sebab, efek tersebut timbul gara-gara kompresi mesin yang tidak maksimal saat dinyalakan oleh busi.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali dulu nilai oktan alias RON (Research Octane Number) masing-masing kendaraan dan kemampuan kompresi mesin kendaraan agar Anda bisa temukan bahan bakar yang tepat. Di Indonesia sendiri, Anda bisa menemukan bahan bakar dengan nilai oktan sebagai berikut.

·        Oktan 88 seperti premium cocok digunakan untuk kendaraan bermotor dengan rasio kompresi 7:1 hingga 9:1. Biasanya, mobil atau motor produksi 2014 ke bawah cocok diisi dengan premium.

·        Oktoan 90 seperti Pertalite (Pertamina), Total Performance 90 (Total), dan Revvo 90 (Vivo) paling dianjurkan untuk kendaraan bermotor, terutama motor bebek maupun motor matic mesin bensin yang diproduksi di atas tahun 2014. Sebab, jenis kendaraan tersebut punya spesifikasi yang lebih cocok ketika diisi dengan bahan bakar oktan 90 dibandingkan bahan bakar oktan 88.

·        Oktan 92 seperti Pertamax (Pertamina), Performance 92 (Total), Akra 92 (AKR), dan Super 92 (Shell) paling dianjurkan untuk kendaraan yang memanfaatkan teknologi electronic fuel injection dan catalyc converters. Pasalnya, jenis kendaraan tersebut membutuhkan bahan bakar dengan oktan tinggi tanpa timbal. Contohnya kendaraan terbaru yang diproduksi di atas tahun 2016, terutama motor matic dan sport, serta mobil dengan mesin yang rasio kompresinya 9:1 hingga 10:1. Dengan begitu, kinerja mesin jadi optimal dan sangat efisien, sehingga mampu menurunkan kadar emisi.

·        Oktan 95 seperti Pertamax Plus (Pertamina), Performance 95 (Total), dan V-Power 95 (Shell) sangat cocok untuk kendaraan dengan mesin yang rasio kompresinya 10:1 hingga 11:1, seperti mayoritas kendaraan mewah (biasanya dengan harga di atas Rp 500 juta).

·        Oktan 98 seperti Pertamax Turbo yang cocok untuk supercar maupun mobil mewah berkecepatan tinggi dengan rasio kompresi di atas 11:1.

·        Bahan bakar diesel hanya sesuai untuk kendaraan yang menggunakan mesin diesel, seperti angkutan umum, kendaraan modifikasi dengan mesin diesel, atau mobil pengangkut. Contoh bahan bakar diesel adalah Pertamax Dex, Dexlite, Solar yang dikeluarkan Pertamina.

Nah, sudah gak bingung lagi kan mau memilih jenis bahan bakar yang mana untuk mobil anda.