Rosmiati dan Razali, Team CentrePark Buktikan Bekerja Juga dari Hati

Rosmiati dan Razali, Team CentrePark Buktikan Bekerja Juga dari Hati

Rosmiati dan Razali, Team CentrePark Buktikan Bekerja Juga dari Hati

** Razali (Attendant CentrePark Grand Mall Singkawang) dan Rosmiati (Kasir Mall Panakkukang Makassar)

Kerja dilakukan untuk mendapatkan uang sebagai nafkah; hal tersebut tentu tak perlu diragukan lagi kebenarannya. Hanya saja, sudah sering dibuktikan bahwa bekerja juga membutuhkan ketulusan yang berasal dari dalam hati, yang diwujudkan lewat perilaku jujur, integritas tinggi, serta tindakan nyata untuk memberikan yang terbaik.

Pun halnya dengan duet R alias ‘2 R’ CentrePark, yaitu Rosmiati dan Razali. Keduanya adalah karyawan CentrePark, perusahaan pengelola parkir ternama di Tanah Air, yang membuktikan bahwa niat tulus untuk bekerja di dalam hati mereka tidak hanya melulu soal uang atau hal-hal material.

Rosmiati merupakan kasir CentrePark yang sehari-harinya bekerja di gate keluar kawasan parkir Mal Panakukang, Makassar. Seperti biasa, ia sibuk melayani setiap konsumen yang memberikan uang untuk membayar parkir. Terlepas dari kesibukannya – apalagi mengingat bahwa lokasi parkir di mana ia bertugas merupakan salah satu tempat yang paling ramai dikunjungi warga Makassar – Rosmiati tak pernah lupa untuk melayani masing-masing pelanggan dengan baik, sopan, dan ramah.

Pada suatu sore, seorang pengunjung mal bernama Kusmawati telah menyelesaikan keperluannya di Mal Panakukang. Dengan menunggangi sepeda motornya, Kusmawati, seperti para pengunjung lainnya, mengantre di gate keluar area parkir mal. Setelah menyelesaikan proses pembayaran parkir, Kusmawati langsung pergi, tanpa menyadari bahwa dompet yang barangkali ia letakkan di bagasi depan (front bag) motor matic-nya jatuh.

Rosmiati yang kala itu melayani Kusmawati melihat kejadian tersebut. Spontan, Rosmiati memanggil Kusmawati. Hanya saja, Kusmawati sudah keburu menancapkan gas, sehingga jarak yang jauh membuatnya tak mendengar seruan Rosmiati.

Ditinggal sendirian saja hanya dengan dompet yang terjatuh tersebut, Rosmiati kemudian memungut dan membuka isinya. Di dalamnya, ia menemukan lembaran uang Rp 100.000 dalam jumlah yang cukup banyak. Tapi, bukannya tergoda dengan jumlah uang yang ia temukan, Rosmiati justru segera menyerahkan dompet beserta isinya itu dalam kondisi yang masih lengkap langsung kepada supervisor-nya.

Sedangkan Razali, yang bekerja sebagai attendant di CentrePark Grand Mall Singkawang, Kalimantan Barat, justru mendapatkan barang temuan lainnya. Pegawai operator parkir tersebut menemukan sebuah handphone ketika tengah bertugas di area parkir motor mal tersebut, yang ternyata dimiliki oleh seorang bernama Herlin. Beruntung, berkat kejujuran hati Razali, handphone tersebut dapat segera dikembalikan kepada pemiliknya.

Apakah Rosmiati atau Razali tidak merasakan godaan sama sekali ketika menemukan dompet berisi uang atau handphone?

Menurut penuturan Razali, tentu saja godaan untuk menyimpan barang temuan tersebut sangatlah besar. Akan tetapi, Razali segera menepis pikiran tersebut karena ia sadar bahwa “rezeki nomplok” yang ia terima sama sekali tidak berkah.

Lebih lanjut lagi, Razali juga menambahkan bahwa ia memang tidak memiliki ide untuk mengambil handphone temuan tersebut. Sebab, Razali sadar kalau barang tersebut bukanlah haknya, dan mengembalikan barang kepunyaan orang lain adalah sesuatu yang wajib hukumnya. Terlebih, Razali pun menyadari bahwa ia bergerak di bidang pelayanan, di mana kepercayaan perlu menjadi prioritas.

Apa yang telah dilakukan oleh ‘2 R’ CentrePark tersebut juga mencerminkan apa yang selama ini diyakini oleh CentrePark sebagai perusahaan parkir terdepan di Indonesia, yaitu komitmen yang tidak hanya untuk berbisnis, tapi juga untuk mengasah moral semua karyawan yang bergabung, terlepas dari levelnya.

Dengan moral yang baik, CentrePark yakin bahwa hal ini akan melahirkan kepercayaan yang berkesinambungan, baik di dalam diri perusahaan sendiri, maupun dari pihak eksternal seperti pelanggan.