Physical Distancing di Area Parkir Selama Pandemi, Seperti Apa Penerapannya?

Physical Distancing di Area Parkir Selama Pandemi, Seperti Apa Penerapannya?

Physical Distancing di Area Parkir Selama Pandemi, Seperti Apa Penerapannya?

Pemberlakukan physical distancing sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus dari wabah Covid-19 rupanya tak hanya diberlakukan untuk manusia saja.

Sejak pertengahan 2020, kebijakan ini pun diwacanakan pada kendaraan yang ditempatkan di area parkir. Langkah tersebut diharapkan dapat menunjang pembatasan jumlah penumpang hingga 50% dari total kapasitas transportasi umum.

Seperti apa physical distancing di tempat parkir?

Beberapa orang menganggap pembatasan jumlah penumpang kendaraan umum sudah cukup untuk mencegah penularan penyakit. Apalagi di parkiran, karena sebagian besar pemilik kendaraan hanya berada di ruangan terbuka saat menggunakan mobil atau sepeda motor.

Namun, resiko tersebarnya virus Corona tetap ada selama jarak kendaraan yang terparkir masih berdekatan. Terutama saat tempat parkir sedang padat di jam-jam sibuk yang riskan menciptakan kerumunan.

Oleh karena itu, physical distancing di tempat parkir, khususnya di fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan rumah sakit, dianggap membantu menekan kemungkinan buruk tersebut.

Tahun lalu, Direktur Lalu Lintas Jalan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Sigit Ifansyah mengungkapkan physical distancing di tempat parkir akan membantu masyarakat kembali beraktivitas di era New Normal.

Berbagai metode dilakukan untuk menyelenggarakannya. Seperti pada manusia, mobil atau sepeda motor harus menjaga jarak kira-kira satu meter. Pengelola parkir pun akan memberikan tanda untuk memudahkan Anda menempatkan kendaraan.

Supaya kebijakan ini memberikan hasil optimal, pengelola fasilitas publik akan diberikan arahan seputar prosedur penerapannya. Sosialisasi terhadap operator parkir hingga pengunjung dilakukan agar kendaraan ditempatkan dalam jarak yang dianjurkan. Jadi praktik physical distancing di area terbuka tak menghalangi orang-orang melakukan kegiatan di era New Normal.

Bagaimana cara memarkirkan kendaraan di masa pandemi?

Terdapat sejumlah perubahan yang akan Anda hadapi saat melakukan physical distancing di area parkir. Misalnya penggunaan alat-alat dengan fitur touchless dari perusahaan parkir yang membantu pengurangan kontak fisik antara pengunjung dengan petugas. Kemudian, pembayaran non-tunai atau cashless sangat direkomendasikan untuk menurunkan pemakaian uang kertas yang dapat menjadi media pemindahan virus.

Kemudian, Daniel Bramantyo, dokter umum dari Rumah Sakit Pertamina Bina Media, mengatakan bahwa pemakaian alat seperti tongkat e-toll pun dapat membantu pengunjung untuk membayar tarif parkir. Dengan begitu, Anda tak perlu mengulurkan tangan keluar jendela. Kalau belum memiliki, Anda disarankan segera membersihkan tangan dengan hand sanitizer setelah menyentuh permukaan benda.

Selanjutnya, pastikan Anda memarkirkan kendaraan dekat pintu masuk atau tempat terang saat menggunakan basement. Langkah ini ditujukan untuk mencegah aksi kejahatan yang semakin rawan terjadi di masa pandemi. Pasalnya, sebagian besar fasilitas publik masih sepi, sehingga melancarkan pelaku untuk melaksanakan tindak kejahatan. Tetap waspada dan jaga kesehatan! #staysafe