Mengapa SIM Pengemudi Di Indonesia Tidak Diberlakukan Seumur Hidup?

Mengapa SIM Pengemudi Di Indonesia Tidak Diberlakukan Seumur Hidup?

Mengapa SIM Pengemudi Di Indonesia Tidak Diberlakukan Seumur Hidup?

SIM adalah Surat Izin Mengemudi yang merupakan dokumen wajib dimiliki oleh seseorang yang membawa kendaraan bermotor sebagai alat transportasinya.

Ada beberapa macam jenis SIM yang bisa dimiliki oleh seseorang mulai dari SIM untuk sepeda motor, untuk mobil, hingga kendaraan-kendaraan khusus seperti bus, truk, dan kendaraan bermotor lainnya.

Masa berlaku SIM yang ditetapkan saat ini adalah selama 5 tahun. Artinya, sebelum masa berlaku SIM habis, Anda harus memperpanjang masa berlakunya karena jika terlambat satu hari saja maka sudah harus membuat SIM yang baru dengan proses yang dimulai dari pembuatan SIM awal.

Akhir-akhir ini dimunculkan gagasan mengenai SIM yang diberlakukan seumur hidup. Alasannya adalah agar tidak repot untuk mengurus ke samsat untuk melakukan perpanjangan, belum lagi jika terlambat di mana pemegang SIM harus ikut tes dari awal dan membayar biaya yang lebih besar dibandingkan sekedar perpanjangan.

Namun tahukah Anda kalau SIM yang diberlakukan seumur hidup itu bisa membahayakan keselamatan di jalan? Bapak Henry King selaku Vice President Smartparking & Technology menjelaskan alasannya untuk Anda.

  • Sebagai tanda kompetensi pengemudi

Berbeda dengan KTP yang bisa menjadi kartu identitas kependudukan seseorang di sebuah wilayah, tidak masalah jika KTP berlaku seumur hidup selama ia masih berkewarganegaraan Indonesia dan tinggal di alamat yang sesuai dengan domisili di KTP.

SIM bukanlah sekedar identitas untuk kepentingan administrasi saja melainkan menunjukkan kompetensi seseorang dalam mengendarai sebuah kendaraan bermotor. Kompetensi pada setiap orang bisa mengalami perubahan sehingga masa berlaku pada SIM berfungsi untuk menguji apakah seseorang tersebut masih memiliki kompetisi untuk mengendarai kendaraan atau tidak.

  • Ada tes yang diperlukan untuk memperpanjang SIM

Untuk dikeluarkannya SIM, pemohon harus lulus uji kompetensi yang menentukan kelayakan diri untuk mengemudikan kendaraan sesuai dengan jenis SIM yang dilamar. Uji tertulis dan uji praktek jadi materi ujiannya. Sedangkan untuk memperpanjang, uji tertulis dan uji praktek memang tidak dilakukan lagi karena pemohon dianggap sudah mendapatkan pengalaman langsung mengemudikan kendaraannya di jalan.

Namun ada satu ujian yang tetap harus dijalankan oleh pemohon perpanjangan SIM yaitu tes kesehatan. Kondisi kesehatan seseorang lima tahun lalu bisa berbeda sehingga memperpanjang SIM bisa menyaring para pengemudi yang masih layak berkendara atau tidak.

  • Kesadaran masyarakat akan hukum lalu lintas di Indonesia yang masih minim

Di dunia, hanya ada beberapa negara yang memberlakukan SIM seumur hidup, ada juga negara yang dulu pernah memberlakukan aturan ini namun kembali membatasi masa berlaku SIM seperti Jerman misalnya. Membuat SIM berlaku seumur hidup diperlukan hukum lalu lintas yang ketat dan tegas, di mana sayangnya keduanya masih belum dimiliki oleh Indonesia.

SIM dengan masa berlaku tertentu masih dibutuhkan untuk mengantisipasi penuhnya jalanan Indonesia dengan pengendara yang kurang layak untuk mengemudi.