Ini Makna Marka Garis Berbiku Kuning Di Pinggir Jalan

Ini Makna Marka Garis Berbiku Kuning Di Pinggir Jalan

Ini Makna Marka Garis Berbiku Kuning Di Pinggir Jalan

Marka jalan merupakan tanda yang berada di permukaan jalan atau di atas permukaan jalan baik yang berupa peralatan maupun tanda yang biasanya terdiri dari berbagai macam bentuk garis. Ketika mengambil ujian SIM tertulis, tes mengenai arti-arti marka jalan biasanya muncul dalam soal.

Hal ini untuk mengetes seberapa jauh pengetahuan pengemudi mengenai marka jalan sebelum diijinkan secara legal mengemudi di jalan raya. Anda tentunya paham marka garis putih lurus, putus-putus, atau marka garis lurus ganda dan garis lurus-putus.

Namun tahukah Anda makna dari marka jalan yang bentuknya garis zig zag berwarna kuning dan biasanya digambar di bahu jalan? Berikut adalah penjelasan dari Bapak Ponyan selaku General Manager Operational (luar Jabodetabek) mengenai marka unik tersebut.

Dilarang parkir di area garis berbiku

Area jalan yang digambar dengan marka garis berbiku atau garis zig zag berwarna kuning tersebut merupakan area yang dilarang digunakan untuk parkir kendaraan. Banyak yang mengira kalau marka tersebut merupakan area yang diperbolehkan bagi kendaraan untuk parkir di pinggir jalan, namun ternyata sebaliknya.

Peraturan Menteri Perhubungan No. 34 Tahun 2014 pasal 39 huruf b menyatakan bahwa di marka tersebut kendaraan benar-benar dilarang untuk parkir maupun berhenti. Kemudian pada Pasal 43 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa marka larangan bagi kendaraan untuk berhenti maupun parkir dinyatakan dengan garis kuning berbiku.

Garis kuning berbiku yang menjadi tanda dilarang parkir memiliki panjang maksimal 1 meter dan ketebalan minimal 10 cm. Bagi pengendara yang masih nekat melanggar dan berhenti atau parkir kendaraan di garis marka kuning tersebut maka sudah pasti ada resiko penilangan yang bisa berujung pada hukuman denda bahkan hukuman kurungan.

Dinas perhubungan setempat juga memiliki wewenang untuk menderek kendaraan yang diparkir di atas garis marka kuning berbiku.

Rambu dan tanda dilarang parkir lainnya

Area yang dilarang untuk parkir selain ditandai dengan garis berbiku kuning, biasanya juga ditandai dengan rambu P dicoret, dan juga huruf S dicoret untuk melarang kendaraan berhenti di tempat tersebut.

Namun tempat-tempat berikut ini juga sebaiknya tidak digunakan untuk parkir atau berhenti meski tidak dipasang rambu maupun tanda lalu lintas:

  1. Di tikungan, bahu bukit, atau di atas jembatan

  2. Di tempat untuk pejalan kaki, atau tempat khusus sepeda

  3. Dekat lampu lalu lintas atau tempat penyeberangan pejalan kaki

  4. Di jalan dengan lalu lintas yang padat dan cepat

  5. Berhadapan atau letaknya dekat dengan kendaraan yang berhenti di seberang jalan karena bisa mengurangi ruang jalan

  6. Dekat persimpangan, dekat dengan tempat pemberhentian bus, dan dekat hydrant pemadam api karena bisa mengganggu pemadam kebakaran jika ada kondisi darurat

  7. Di jalan yang licin

  8. Di jalan layang, terowongan, atau sisi jalan yang menuju ke jalan layang atau terowongan.

Photo credit to kaskus.co.id