Hati-hati, Ini Peraturan Baru Bagi Kendaraan yang Melanggar Jalur Sepeda

Hati-hati, Ini Peraturan Baru Bagi Kendaraan yang Melanggar Jalur Sepeda

Hati-hati, Ini Peraturan Baru Bagi Kendaraan yang Melanggar Jalur Sepeda

Hati-hati bagi pengendara kendaraan bermotor yang sering melanggar jalur sepeda. Sekarang, ada peraturan baru yang akan mendenda pengendara kendaraan bermotor bila berhenti atau melintas di jalur sepeda.

Peraturan Baru Bagi Pelanggar Jalur Sepeda di Ibukota

Pengguna kendaraan bermotor di Ibukota kini harus hati-hati terutama bagi yang sering melanggar jalur sepeda. Hal ini karena Dinas Perhubungan (Dishub) DKI dan Polda Metro Jaya kini siap menilang bagi pengguna kendaraan bermotor yang berhenti maupun melintas di jalur sepeda.

Seperti halnya melanggar jalur Transjakarta, pelanggar jalur sepeda nantinya akan dikenai denda tilang sebesar Rp. 500 ribu atau hukuman kurungan selama dua tahun.

Demi mengurangi pelanggaran seperti ini, marka rambu lalu lintas yang mengatur jalur sepeda akan dibuat permanen di beberapa ruas jalan Jakarta.

Dengan adanya marka dan rambu jalan di jalur sepeda, polisi akan lebih mudah menindak pelaku pelanggaran jalur sepeda. Selain menerapkan peraturan baru, beberapa trotoar dan jalur sepeda pun mengalami perbaikan.

Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan pengguna sepeda. Beberapa bulan terakhir jalur sepeda di beberapa titik Jakarta sering dijadikan lokasi tempat parkir baik oleh ojek maupun kendaraan umum lainnya. Kejadian ini tentu mengundang perhatian sejumlah pihak.

Hak dan Kewajiban Bagi Pengguna Jalur Sepeda

Jumlah pengguna sepeda di Ibukota memang belum sebanyak pengguna kendaraan bermotor. Tak mengherankan bila keberadaan mereka sering diabaikan, padahal pengguna sepeda memiliki hak dan kewajiban yang setara dengan pengguna jalan lainnya.

Pengguna sepeda juga berhak memperoleh fasilitas pendukung keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran berlalu lintas. Fasilitas pendukung tersebut adalah fasilitas menyeberang khusus bersama pejalan kaki dan lajur khusus sepeda.

Hak-hak pengguna sepeda tersebut sebenarnya sudah diakomodasi oleh pemerintah. Sayangnya, dalam praktiknya di lapangan masih jauh dari harapan.

Tak sedikit pengguna sepeda yang harus membawa sepedanya melaju di trotoar karena lajur sepeda dipenuhi sepeda motor atau mobil. Sarana parkir sepeda di tempat-tempat publik juga masih minim sehingga membuat banyak orang malas menggunakan sepeda.

Selain itu, belum semua pengguna sepeda memahami kewajiban-kewajiban pengguna sepeda yang harus dipenuhi demi terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib. Kewajiban pesepeda itu seperti menggunakan helm, menggunakan lampu atau reflektor, memastikan sepeda layak pakai, mengetahui penggunaan jalur bersepeda, memahami kode sinyal baik menggunakan tangan maupun alat, serta dilarang bersepeda di trotoar. Meski tak bisa melaju kencang seperti motor, bersepeda juga ada aturan batas kecepatannya yakni tak melebihi 45 km/jam di jalan umum.

Bersepeda merupakan aktivitas yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun, aktivitas ini tak akan terlihat menarik bagi masyarakat bila masih banyak pelanggaran oleh pengguna jalan lainnya.

Kalau setiap pengguna jalan saling memahami kewajiban dan hak-haknya saat berlalu lintas, niscaya banyak yang akan beralih ke moda transportasi ramah lingkungan ini.

sumber photo : news.detik.com