Benarkah AC Mobil Membuat Bahan Bakar Kendaraan Boros?

Benarkah AC Mobil Membuat Bahan Bakar Kendaraan Boros?

Benarkah AC Mobil Membuat Bahan Bakar Kendaraan Boros?

Siap-siap untuk melakukan perjalanan panjang dalam mengisi liburan lebaran tahun ini, tentu kondisi kendaraan yang digunakan untuk perjalanan jauh harus disiapkan dengan baik.

Dalam perjalanan panjang, konsumsi bahan bakar tentunya jadi makin banyak sehingga Anda ingin bahan bakar bisa dihemat seefisien mungkin agar di jalan tidak terlalu sering mampir ke pom bensin dan uang perjalanan pun bisa dihemat.

Adakah yang kepikiran salah satu cara hemat bahan bakar dengan mematikan AC?

Jika diperhatikan banyak juga mobil-mobil baru yang seharusnya sudah memiliki AC tapi ketika di jalan masih membuka jendela lebar-lebar, salah satu alasannya adalah agar hemat AC yang boros bahan bakar, benarkah begitu?

  • Ya, AC memang menggunakan bahan bakar

Bapak Ponyan selaku General Manager Operational (luar Jabodetabek) membenarkan bahwa untuk mengoperasikan AC memang mengkonsumsi bahan bakar mobil.

Untuk menjalankan semua komponen yang digunakan untuk menyalakan AC sehingga udara di dalam kabin bisa terasa lebih dingin, sumber energi yang digunakan memang berasal dari bahan bakar.

AC juga menggunakan putaran dari mesin sehingga memberikan beban tersendiri pada mesin, makin tinggi beban mesin mobil makin banyak bahan bakar yang digunakan.

Bahan bakar yang digunakan akan makin boros jika terjadi kebocoran pada AC alias ngempos yang juga akan menambah beban sia-sia pada mesin.

  • Apakah lebih baik mematikan AC saat menggunakan mobil?

Kalau begitu jika ingin hemat bahan bakar maka sebaiknya AC dimatikan saja, terutama untuk perjalanan jauh? Meski AC memang menggunakan bahan bakar namun Bapak Ponyan tidak menyarankan untuk mematikan AC saat menggunakan kendaraan.

Hal ini karena jika AC tidak dinyalakan maka kabin akan terlalu pengap dan membuat pengendara jadi kurang nyaman berada di dalam mobil. 

Untuk menghilangkan pengap maka jendela-jendela mobil dibuka sehingga angin dari luar bisa masuk ke dalam. Membuka jendela akan menimbulkan resistensi angin yang mengurangi efek aerodinamis pada mobil terutama jika kecepatan sedang tinggi.

Kurangnya aerodinamis pada mobil akan membuat mobil membutuhkan energi yang lebih banyak dengan kata lain bahan bakar yang digunakan sama saja borosnya.

Meski begitu, mematikan AC selama berkendara bisa menghemat bahan bakar mobil hingga 20%. Jadi jika udara di luar cukup nyaman dan tidak terlalu panas, laju kendaraan pun tidak sedang tinggi Anda bisa membuka jendela mobil dan mematikan AC untuk menghemat bahan bakar. 

Bapak Ponyan pun berbagi tips untuk Anda yang ingin tetap kabin mobil dingin tapi bahan bakar pun tidak boros. Atur blower AC pada tingkat yang paling rendah kemudian pengaturan suhu paling dingin maksimal adalah setengahnya.

Ketika suhu AC disetel paling dingin maka kompresor akan bekerja makin keras sehingga bahan bakar pun digunakan lebih banyak.

Sementara blower dengan setelan paling rendah sudah bisa menghembuskan angin yang bisa cukup mendinginkan kabin dengan penggunaan bahan bakar seminimal mungkin.