Apa Itu Parkir Liar Dan Peraturan Sanksi Pidananya

Apa Itu Parkir Liar Dan Peraturan Sanksi Pidananya

Apa Itu Parkir Liar Dan Peraturan Sanksi Pidananya

Salah satu masalah yang ada pada kota-kota besar di Indonesia saat ini adalah terbatasnya lahan parkir yang memadai bagi pemilik kendaraan ketika ingin mengunjungi suatu tempat.

Hanya sebagian tempat kegiatan dan pusat keramaian saja yang menyediakan lahan parkir luas baik menggunakan area khusus parkir sendiri atau membuat tempat parkir di basement gedung.

Sedangkan tempat usaha lainnya tidak memiliki lahan parkir khusus sehingga membuat para pemilik kendaraan memarkir kendaraannya di bahu jalan. Padahal, banyak jalan sudah diberi marka garis zig zag kuning dan juga rambu dilarang berhenti atau dilarang parkir namun sama-sama tidak dihiraukan oleh petugas parkir maupun pemilik kendaraan.

Parkir secara sembarangan tanpa pengelolaan yang berizin merupakan arti dari parkir liar. Untuk selengkapnya, Bapak Ponyan selaku General Manager Operational (luar Jabodetabek) akan menjelaskan mengenai sanksi parkir liar secara hukum untuk Anda.

Apa itu parkir liar?

Undang-Undang LLAJ Pasal 43 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa lahan parkir hanya bisa diselenggarakan di luar ruang milik jalan sesuai dengan izin yang diberikan. Baik pemerintah, badan usaha, maupun individu bisa menyelenggarakan fasilitas parkir yang bisa ditujukan untuk usaha khusus perparkiran maupun penunjang untuk usaha pokok.

Yang dimaksud dengan ruang milik jalan adalah jalan yang dipergunakan kendaraan untuk berlalu lintas dan juga bahu jalan baik yang memiliki rambu dan/atau marka maupun yang tidak. Artinya, jika tidak ada izin dan kendaraan diparkir pada lahan tak berizin tersebut maka hal tersebut termasuk dalam kategori parkir liar.

Kerugian dari parkir liar

Kerugian yang bisa disebabkan karena maraknya parkir liar antara lain adalah:

1.      Penggunaan bahu jalan sebagai tempat parkir bisa mengganggu aliran lalu lintas dan juga mengurangi kapasitas lalu lintas jalan sehingga bisa menimbulkan kemacetan

2.      Bahu jalan yang digunakan untuk tempat parkir juga bisa mengganggu pengguna jalan karena tempat jalannya ditutupi oleh kendaraan yang diparkir

3.      Bahu jalan merupakan bagian sisi jalan yang sebenarnya ditujukan untuk kendaraan darurat seperti misalnya ambulance sehingga jika digunakan untuk parkir maka bisa mengganggu jalanya ambulance, mobil pemadam kebakaran, atau kendaraan prioritas lainnya ketika ada keadaan yang darurat.

4.      Parkir liar juga bisa mengganggu pemandangan sehingga tata kota terlihat berantakan dan tidak indah, hal ini tentunya bisa mengurangi kepuasan masyarakat akan pengelolaan kota oleh pemerintah daerah.

Sanksi untuk praktek parkir liar

Peraturan untuk praktek perparkiran bisa dilihat pada masing-masing peraturan daerah karena biasanya masing-masing daerah punya otonomi sendiri untuk soal parkir. Namun secara umum ada beberapa aturan yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan hukuman bagi pelanggar aturan parkir, antara lain adalah:

1.      UU LLAJ no. 22 tahun 2009 pasal 287 ayat (1) jo Pasal 106(4) huruf a dan Pasal 106  ayat 4 huruf b mengenai melanggar aturan yang dinyatakan dengan marka atau rambu lalu lintas maka dikenai sanksi denda maksimal Rp 500.000. Aturan ini bisa digunakan untuk pelanggaran parkir di tempat yang sudah ada larangan berupa marka maupun rambunya.

2.      Pasal 38 PP Jalan dan penjelesannya menyatakan larangan untuk parkir kendaraan di bahu jalan yang menyebabkan fungsi jalan jadi terganggu. Sanksi untuk pelanggaran ini bisa mengacu pada poin aturan sebelumnya.