5 (Lima) Tips Aman Boncengan Dengan Kendaraan Sepeda Motor

5 (Lima) Tips Aman Boncengan Dengan Kendaraan Sepeda Motor

5 (Lima) Tips Aman Boncengan Dengan Kendaraan Sepeda Motor

Pernahkah Anda melihat ada pengemudi sepeda motor yang membawa penumpang lebih dari satu bahkan bisa sampai 4 penumpang dalam satu kendaraan roda dua? Pemandangan ini biasanya banyak terlihat ketika musim mudik, di mana banyak keluarga yang pulang kampung menggunakan sepeda motor bersama dengan pasangan dan anak-anaknya dalam satu kendaraan.

Tentu saja membonceng seperti ini tidak aman yang tidak hanya membahayakan diri dan nyawa penumpang, namun juga bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Jika Anda suka membonceng atau memberikan boncengan kepada orang lain menggunakan sepeda motor, berikut adalah saran dari Bapak Fathony selaku Deputy General Manager Operational tentang boncengan sepeda motor yang aman dan nyaman. 

1. Kenakan kelengkapan sepeda motor

Baik jarak dekat maupun jarak jauh, baik yang membonceng maupun yang dibonceng, sudah seharusnya mengenakan helm berstandar untuk melindungi kepala dan juga mata dari debu dan angin.

Kemudian jika Anda akan menempuh perjalanan jauh sebaiknya mengenakan jaket agar tidak masuk angin, kenakan celana panjang agar terlindungi dari cuaca dan radikal bebas di jalan, sepatu yang menutup untuk kenyamanan kaki. Anda juga bisa mengenakan masker untuk mengurangi menghirup udara jalan yang penuh dengan polusi.

2. Sesuaikan dengan kapasitas motor 

Umumnya sepeda motor hanya diperuntukkan dua orang, dengan tambahan barang bawaan yang secukupnya. Utamakan keselamatan dibandingkan kepraktisan, apalagi karena alasan irit. Biaya yang harus ditanggung karena kecelakaan jauh lebih besar dibandingkan dengan membeli tiket ekstra transportasi umum ketika melakukan perjalanan jauh. 

3. Sesuaikan posisi duduk 

Ada alasan mengapa jok motor dibuat agak condong ke depan selain membuat tampilannya memang terlihat lebih trendy. Jok motor agak condong ke depan agar posisi pembonceng juga condong ke depan agar laju kendaraan lebih aerodinamis. Ketika membelok terutama di tikungan yang tajam, pembonceng juga sebaiknya mengikuti posisi tubuh pengemudi agar pengemudi bisa mengendalikan motor dengan lebih maksimal.

4. Cek kondisi ban 

Karena membawa boncengan, ban akan mendapatkan beban yang lebih sehingga tekanannya pun harus dipastikan bisa menahan beban tambahan tersebut. Jika melakukan perjalanan jauh, ketika berhenti untuk istirahat jangan lupa untuk mengecek kondisi ban apakah tekanannya masih cukup atau sudah berkuran.

5. Hindari posisi duduk miring 

Wanita yang mengenakan rok biasanya akan duduk membonceng miring, padahal hal ini bisa cukup beresiko. Ketika pembonceng duduk miring, keseimbangan beban tidak sama sehingga pada situasi yang kurang menguntungkan, pengemudi bisa kesulitan untuk mengendalikan motor karena beban yang tidak seimbang.

Membonceng miring juga akan membuat laju sepeda motor jadi kurang aerodinamis karena pembonceng yang tidak bisa mengikuti irama gerakan tubuh pengemudi ketika mengendarai motor. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari duduk miring ketika berboncengan menggunakan sepeda motor.