5 Cara Merawat Kendaraan yang Jarang Dipakai saat Anda WFH

5 Cara Merawat Kendaraan yang Jarang Dipakai saat Anda WFH

5 Cara Merawat Kendaraan yang Jarang Dipakai saat Anda WFH

Hai sobat CP, apa kabar? semoga semua dalam keadaan sehat. Mungkin beberapa diantara Anda ada yang sudah aktif kembali bekerja di kantor atau mungkin malah menerapkan kebijakan “Work From Home” (WFM).

Kebijakan work from home (WFH) secara tidak langsung mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan yang biasanya mengantarkan Anda ke kantor. Sekilas, membiarkan kendaraan, entah mobil atau sepeda motor, di garasi dalam waktu lama terdengar aman. Namun, kendaraan yang tak dinyalakan dalam jangka waktu tertentu beresiko menurunkan performa hingga merusak komponen.

Lantas, apa saja langkah yang sebaiknya dilakukan untuk merawat kendaraan yang disimpan saat WFH?

  1. Rutin mencuci kendaraan

Hanya karena kendaraan tidak dibawa menyusuri jalan selama wabah pandemi Covid-19, bukan berarti Anda bisa mangkir dari jadwal membersihkannya. Justru, mobil dan sepeda motor harus tetap Anda cuci secara rutin, entah per minggu atau per bulan. Tujuannya adalah menyingkirkan tumpukan debu atau kotoran dan menghilangkan bau tak sedap dari tingkat kelembapan tinggi. Kendaraan bersih juga akan menyiapkan Anda berkendara di waktu-waktu darurat.

  1. Ganti oli dan berikan pelumas

Oli tetap harus Anda ganti meski mobil sedang tidak digunakan. Pasalnya, oli mempunyai masa kadaluarsa, sehingga membiarkannya mengendap dalam mesin akan memicu gangguan atau kerusakan. Sementara untuk sepeda motor, berikan pelumas pada bagian-bagian yang mudah berkarat, salah satunya roda. Kemudian, komponen-komponen yang sering bergesekan pun wajib diberikan pelumas supaya tak cepat aus.

  1. Menyalakan dan memanaskan mesin

Seperti yang Anda tahu, mesin adalah ‘pusat kehidupan’ kendaraan. Untuk menjaga performanya tetap baik meski Anda sedang WFH, nyalakan dan panaskan mesin mobil atau sepeda motor secara berkala. Tidak perlu setiap hari, 30-60 detik dalam sekali pemanasan dengan jadwal 2-3 kali seminggu juga sudah cukup. Tujuan pemeliharan ini adalah menjaga sirkulasi pelumas yang ada di ruang mesin tetap lancar dan baterai tetap terisi.

  1. Cek baterai penyimpan daya listrik

Untuk Anda yang mempunyai mobil, cek aki secara teratur untuk mencegah gangguan yang kerap terjadi pad sistem kelistrikannya. Pada aki basah, ada batas upper dan lower yang memberitahukan apakah aki butuh cairan atau tidak. Kalau batasnya di bawah normal, segera tambahkan cairan khusus aki. Berbeda pada aki kering yang sudah dibekali gel dari pabrikan. Kalau penambahan pada aki kering belum dilakukan, pakai saja sampai masa penggantian tiba.

  1. Memeriksa cairan radiator

Radiator berfungsi menjaga suhu mesin supaya tetap berada dalam kondisi normal. Setiap mobil punya masa penggantian air radiator berbeda, tetapi bisa dilakukan setiap 20.000 kilometer. Namun, alangkah lebih baik kalau Anda memeriksanya terlebih dulu, sebab bisa saja air radiator berkurang sebelum waktunya. Pastikan juga mesin sedang tak menyala saat Anda hendak membuka tempat air radiator mobil.

Mudah-mudahan lima langkah di atas memaksimalkan perawatan kendaraan Anda selama masih menjalani WFH!